Wal’asr | Demi Masa

Di lembar jemarimu aku bersembunyi. Untuk mencipta ruang agar dapat bersunyi dan menyepi. Seraya menyelipkan sekata dua kata suara hati. Supaya tidak ada yang tahu bagaimana ia berbunyi.

Ya. Sangat ingin ku menepi, lagi. Menebus mimpi-mimpi yang telah terlanjur ku bagi. Supaya tenang di dalam hati, terang pikiran ini, menjadi tercerahkan dari hari ke hari. Agar ku tenteram kembali. Meski sering saja masih sangsi dengan segala yang terjadi. Lalu menanya diri, “Apakah makna dari semua ini?”

Berbisik-bisik ku mengeluarkan suara ini. Bisikkan demi bisikkan yang semoga engkau peduli. Lalu mendekatkan indera pendengaranmu lebih dekat denganku. Boleh juga mendekati bibirku yang mulai pasi. Sebab? Masih saja ku belum mempercayai engkau ada di sini. Ku pikir, aku sendiri.

Dalam diamku tanpa melodi. Ada diriku dan juga engkau, ternyata. Aku bahagia. Kini, hari-hariku tak lagi sepi. Engkau yang sedia menemani, meluangkan waktu-waktu berhargamu untuk menepi. Lalu meneliti setiap bisikkanku. Engkau bilang, aku penyendiri. Makanya setiap kata yang mengalir terkesan sunyi.

Hai-hai, engkau yang ramai ekspresi memeriahkan ekspresiku juga. Aku dan engkau pun tersenyum bersama. Tidak perlu lama-lama untuk saling menyesuaikan diri, kita pun akrab. Sampai tahap menyatukan hati, kita laksanai. Hhihii. Ini sungguh tidak pernah ku prediksi. Bahwa engkau ternyata sahabat sehati.

Sahabat yang pernah hadir dalam imajinasiku saat sendiri. Sahabat yang ku damba menemani dalam perjalanan jemari. Sahabat berbagi suara hati. Sahabat yang tidak mudah untuk ku temui di sembarang tempat di dunia ini. Kecuali saat kita sama-sama ingin menyepi dari riuhnya alam ini. Maka, kita bertemu lagi.

Wahai engkau yang rela ku ceritai tentang segala yang ingin ku bagi. Terima kasih yaa, untuk ada dan hadir di sini. Menjadi bagian dari perjalanan hidupku di dunia ini.

Semoga, kebersamaan kita senantiasa dalam kebaikan. Meski kelak raga dan jiwa kita sudah kembali ke asalnya masing-masing. Mudah-mudahan antara kita masih saling mengenali. Saling mengenal sebagai sahabat yang bertemu di jalan ini. Dalam rangka saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Menyemangati dalam mengerjakan ketaatan, membagi ingat pada akhir perjalanan di dunia ini. Agar kita tidak tergolong sebagai manusia merugi. Aamiin ya Allah.[]

Inspirasi : Q.S Al’Asr (Masa)

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Iklan

8 Comments

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s