Sepotong Kisah Kita

Tentang esok lusa, aku teringat. Angka kalender adalah empat. Tepatnya bulan Februari tahun ini. Angka yang mengingatkanku pada sebuah kisah tentang pertemuan pertama kita.

Ia hadir mengingatkanku tentang masa-masa awal engkau bertamu ke rumah. Saat engkau dan aku saling malu untuk melempar senyum. Sama-sama tersipu, ketika sepasang mata kita saling menyatu. Tidak dapat langsung mengungkapkan,”Aku rindu padamu.”

Sangat risih dengan gelagat kalbu yang ingin agar kita mendekat lalu terharu.

Ya. Masa-masa yang di dalam ada harapan dan ketakutan. Masa yang sangat menentukan bagaimana ke depannya. Masa yang kita lalui dengan tetap sama-sama tenang. Bahkan berekspresi pun jangan. Kecuali kikuk dan aduuuhuhuhuuu, mengingatnya aku bisa senyum-senyum rindu.

Aku rindu engkau, wahai sahabat seperjalanan. Aku rindu menatap dua bola matamu yang menunduk, ketika ku berusaha mencari-cari sinarnya. Aku rindu engkau hadir di depanku saat ini. Untuk memenuhi undangan sekeping hati. Aku rindu, kita melanjutkan perjuangan berikutnya. Aku rindu kita bertemu.

Meski belum bisa untuk saat ini, semoga esok lusa kita bisa menghabiskan masa bersama. Untuk saling menukar tatap tanpa perlu malu-malu. Untuk saling menabur rindu. Untuk saling menggenggam erat jemari tanpa ragu. Mendekatkan hati kita selalu. Menikmati nuansa indahnya melepaskan rindu dalam suasana haru. Setelah lama memendam dalam kalbu.

Wahai engkau yang selama ini ku tunggu. Terima kasih untuk keberanian, ketulusan, kebaikan, kesempatan, kebahagiaan yang engkau bagi untukku.

Semoga Allah meridhai segala langkah-langkah dan niat. Mudah-mudahan semangat selalu ya. Menjalani hidup bersama syukur yang terus kita pelihara dan sabar yang menjaga. Bersamamu bahagia, aku pernah mendamba. InsyaAllah, esok lusa kita berjumpa, di mana ya.[]

😊🤗😊

Iklan

6 Comments

      1. Ooh begitu…
        Terima kasih juga ya mbaa…
        Beberapa hari ini kurang aktif disini. Sejak 2 hari yg lalu udah mulai aktif lagi, tapi rasa2nya nggak menemukan tulisan mbak Yani di timeline 😅
        Akhirnya aku buka di pengikut blog, dan ketemu akun mba Yani yg berbeda…

        Semoga kisah yg akan tertulis di lembaran baru ini semakin indah yaa mbaa 😊😊

        Suka

      2. Iya mba. Oiya, Mbaaa selamat bersama lagi, di sini yaa.. Welcome back. 🤗🤗🤗
        Aamiin, terima kasih atas harapan dan menjadi doa buat Mba juga. Semoga senantiasa kabar baik dan lancar segala urusan kita yaa. 😊😊😊

        Suka

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s